Daily skincare & make up for my acne prone skin

Daily skincare & make up for my acne prone skin

Di post kali ini saya mau berbagi perawatan kulit yang saya paki sehari-hari untuk kulit acne prone saya. 

Males basa basi jadi langsung aja ya

1. Pembersih wajah

Saya pernah bahas facial di rumah di sini, untuk sehari-hari saya lakukan yg lebih sederhana, tapi tetap 2 langkah, karena buat saya bersihnya lebih maksimal dibanding pake sabun wajah atau micellar water saja.

  • Gunakan susu pembersih, pijat wajah lalu bersihkan dengan handuk basah, jangan digosok keras ya, karena bisa merusak permukaan kulit. Untuk bersihin riasan mata, saya pake baby oil aja yang murah tapi ga murahan..
  • Setelah dibersihkan pakai handuk, bersihkan wajah pakai sabun wajah andalan, saya bahagia tak terduga (lebay.com) pas tau kalo Dove ngeluarin lagi sabun wajah ini, produk ini sempet hilang bertahun-tahun lho. Selama gonta ganti sabun wajah cuma Dove ini yang enak banget efeknya di kulit wajah.
  • Setelah dibasuh sampai bersih, keringkan dengan di tap tap pakai handuk, tanpa nunggu kering langsung oles tonernya.. Voila, kulit siap buat step selanjutnya..

2. Nutrisi 

Kadang untuk kulit acne prone yg rewel ini produk perawatan kulit yang ada di pasaran aja kurang cukup, saya pernah hampir putus asa karena udah coba ini itu tapi hasilnya kurang memuaskan, ehh saya lalu teringat sama satu produk untuk jerawat yg belum pernah saya pakai sama sekali. Saya cuma pernah ingat teman disarankan sama dokter kulit untuk pakai Niacef ini untuk pelembab, padahal kalo baca brosurnya ini adalah produk untuk jerawat, gugling sana sini baru ngeh kalo nikotinamide ini adalah vitamin B3 yang banyak dipakai dalam produk perawatan kulit sebagai pelembab & pencerah, jadi seneng banget dong kalo bisa dapat semua khasiatnya 😆

Produk ini saya pakai tiap habis pakai toner, cukup seukuran biji jagung untuk seluruh wajah, cepat meresap dan ga lengket.

3. Sunscreen

Sungguh merugilah orang-orang yang melewatkan pemakaian sunscreen/sunblock setiap hari. Coba deh banyak baca efek buruk sinar matahari buat kulit, ga usah mikir kanker kulit yg menyeramkan, buat saya, kulit kusam & penuaan dini udah cukup menyeramkan. 

Untuk sunscreen andalan, saya pernah bahas di sini, sempat pindah ke lain hati karena tergoda dengan Skin Aqua Sunscreen Gel, tapi 2 bulanan pakai lalu jerawatan, tadinya berfikir untuk coba Biore Aqua Rich tapi ga jadi karena berprinsip kalo yang murah udah cocok kenapa pilih yang mahal tapi belum tentu cocok, hehe~

4. Bedak

Saya pakai produk LaTulipe, ini udah lebih dari setahun tapi ga habis-habis, harganya juga murah. Kemasannya juga kokoh, ga kaya punya Wardah yang rapuh, sekali jatuh pecah. Untuk di kantor biasanya saya pake Ultima II wonderwear pressed powder, alhamdulillah ga ada masalah di kulit walau bedak compact. 

5. Perawatan malam hari

Nah, ini nih biangnya hehe~ mungkin di antara pembaca udah tau betapa ajaibnya produk ini, tapi kalo ga kuat mental untuk purgingnya yang parah lebih baik ga usah coba. Saya pakai vitacid udah lama, trus berhenti, ini saya pakai 2 bulan terakhir karena jerawat mulai ga tertib pas lagi pakai sunblock yang sudah saya bahas di atas. 

Buat yang belum tau, silahkan cari sendiri deh review dan cara kerja produk ini, udah banyak referensi yang bisa dibaca (sayamales.com). 

Tapi saya ga pakai produk ini sendiri ya, berdasarkan ilmu yg saya punya saya racik sendiri sama beberapa produk lain.. 


Penampakan 

Bare face, baru pake Niacefnya aja

So… Buat sahabat sejawat kulit acne prone, tetap semangat ya merawat kulit rewel tercinta ini.. #JerawatAdalahSahabat #JerawatHarusDirawat 

Disclaimer : hasil individu akan mungkin berbeda, terimakasih sudah membaca, keputusan tetap di tangan anda 🙂

Advertisements

Sepasang Sepatu

Dulu ada seorang anak yang sangat menginginkan punya sepatu “merk mal”. Waktu SD sepatunya merk sejuta umat, Warior, satu-satunya sepatu yang dia punya. Pernah ia berjalan tertatih sepulang pelatihan “dokter kecil” karena sepatu yang biasa dia pakai masih basah, jadi ia pakai sepatu yang sudah sempit.

Masa SMP, masuk ke sekolah yang tidak disetujui orang tua, takut untuk meminta ini itu. NB menjadi sepatu pilihan, kadang ia pakai sepatu Pixie murah & sepatu lain (milik ibunya) yang sudah hampir jebol bagian bawahnya dan sering kemasukan kerikil atau batu ketika berjalan, namun karena modelnya sedang “in” saat itu, ia pun tak hiraukan. 

Saat itu ada merk sepatu yang sedang booming, Ogan kalau tidak salah. Bantalan sol yang tinggi dan ujung yg melengkung menjadi ciri khas, “aku ingin punya”, batinnya. Pernah ia diminta temannya untuk menemani beli sepatu di mal, temannya memilih model yang ia juga inginkan, lalu setelah tau harganya dia urungkan untuk meminta kepada orang tua.

Tahun berlalu, masa kuliah kehidupan orang tuanya membaik, ia memberanikan diri meminta uang untuk beli sepatu “merek mal”, akhirnya ia punya 2 pasang sepatu keinginannya. 

Pernah juga ia mendapat kejutan sepatu dari sang suami saat kehamilannya menginjak usia 5 bulan, sepatu yang ia ingat harganya cukup wah saat itu, suaminya bilang “ini lagi diskon, tapi suka kan?” Salah satu kejutan termanis selain tangkai mawar yg tidak pernah ada lagi. Ringan dan nyaman, “ini kali ya yang bikin mahal, klo sepatu murah telapak kakinya pegel”, gumamnya. Seiring kehamilannya yang membesar dan pembengkakan di kaki, sepatu itu pun tak bisa dipakai lagi.

Ada emosi masa lalu yang belum bisa ia buang, tentang bagaimana bahagianya bisa pakai sepatu “merek mal”, emosi -dulu gua ga mampu beli-, emosi -anak gua harus pake-, emosi dalam, “mama dulu pengen banget pake sepatu merk ini buat sekolah, karena mama udah ga sekolah, jadi kakak aja yang pakai”. 

Ada sejumput bahagia di sana, ada lelah yang terbayar~

Filosofi Macet

Filosofi Macet

Macet sudah menjadi santapan sehari-hari bagi pengendara mobil atau motor terutama di kota besar. Bekasi contohnya. Sebagai emak matic yang sudah 7 bulan ini mengaspal dari Bekasi – Cikarang, kemacetan adalah salah satu kendala yang paling menyebalkan. Betapa tidak? Saya punya 3 jalur alternatif menuju kantor (kapan-kapan dibahas), dan semua jalur tidak menawarkan kelebihan anti macet, jadi satu-satunya solusi adalah berangkat lebih pagi. 

Tidak ada yang sia-sia di dunia ini, bahkan ketika macet melanda pun saya belajar banyak hal.

Kadang ada rasa muak yang timbul lebih dulu ketika melihat antrian panjang mobil, truk, kontainer dan puluhan motor berhenti dalam satu jalur. Namun ketika kita bisa sabar menunggu, hanyalah sebuah mobil putar balik, angkot berhenti, atau biker tidak sabaran yang menyumbat perjalanan, yaa semacam mata bisul gitu lah, lepas keluar, barulah jalanan lancar lagi.

Kadang jika terlalu lelah atau malas untuk menunggu, kita bisa ikut biker lain yang putar balik dan mencari alternatif jalan lain, mungkin jalan yang akan dilewati tidak semulus jalan utama, ada bebatuan terjal dan kubangan di sana, tapi dengan melewatinya kita akan cepat sampai di tujuan dan terhindar dari telat.

Kadang ketika kita melewati sumber macet dan menemukan korban kecelakaan adalah penyebabnya, kita lalu menurunkan kecepatan berkendara dan mulut mulai komat kamit berzikir mengingat dosa dan kematian yang begitu dekat, ingat keluarga yang menunggu di rumah.

Jika kita anggap kemacetan adalah permasalahan hidup, jalan mana yang akan anda pilih? Diam dan sabar menunggu atau mencari solusi alternatif jalan lain meski tidak semulus jalan utama? Apapun itu, kemacetan akan berakhir, begitu pun dengan permasalahan hidup, pasti ada ujungnya dan jalan kembali lancar.

Ahh.. Jangankan macetnya Kalimalang menuju Jababeka, Brexit yang 10 jam untuk 10 km pun alhamdulillah pernah saya lalui #Akurapopo

Beauty Class with Inivindy

Beauty Class with Inivindy

Berawal dari iseng cari tutorial make up buat wisuda tahun lalu, muter-muter di Youtube dan akhirnya ketemu videonya Inivindy, takjub banget nontonnya karena bisa bikin perubahan yang amat spektakuler sama klien yang didandanin. Dari sana akhirnya jadi suka nonton tutorial make up, lalu mikir seru juga kali ya kalo bisa dandanin orang trus dapet uang jajan tambahan (ujung-ujungnya duit 😁 ).  
Awal tahun 2017 ini barulah antusias nonton banyak tutorial dari banyak Make Up Artist (MUA) ternama atau dari vlogger kecantikan. Sedikit demi sedikit saya beli “peralatan perang” sampai akhirnya baru sadar kalo saya punya 4 make up pouch yang isinya barang ngelenong semua 😂.

Pada beberapa orang yang punya keistimewaan mungkin ga perlu kursus, hanya otodidak bisa bikin riasan yang memesona. Dan saya sadar siapalah saya ini. Maka dari itu saya pun berniat untuk ikut beauty class dan ga nyangka pas ada buka IG ada iklan beauty class Inivindy di Jakarta, ga pake lama mikir langsung cusss daftar seharga IDR 750.000 untuk 4 jam kursus (yeah, mihil juga sih 😂).

Dari hasil pertemuan itu ada beberapa item yang saya pengen punya, dan rata-rata itu produk premium. Ilmu paling utama yg saya dapat adalah teknik itu penting, tapi merk produk yg dipakai ga kalah penting. Pernah denger ga ada yg bilang lebih penting teknik? Big No ya.. Karena kelihatan banget bedanya alas bedak harga under 100k sama yg hampir 1 jt. Nah ini di antara wishlist hasil belajar sama mamita Inivindy  :

  • Setting spray : Make Up Forever Mist & fix, Urban Decay All Nighter
  • Foundation : Shu Uemura Face Architect, Naturactor
  • Primer : Monistat
  • Finished Powder : Mac Studio Fix
  • Kuas : Real Technique
  • Sponge : Beautyblender

Untuk harga produk di atas silahkan gugling sendiri ya, saya pun harus ngurangin jajan mi ayam buat nabung agar supaya bisa beli produk di atas  tapi bingung juga sih, kalo beli juga mau kapan dipakenya secara ga mungkin setiap hari dandan heboh 😂. Kecuali klo nantinya saya makin pro dan siap terima tawaran buat dandanin orang 😊.

Beberapa kalimat yg saya ingat :

  1.  Silisponge cuma bagus dipake sama orang yg kulit wajahnya beneran mulus tanpa cela
  2. Jangan beli beautyblender yg 40rb-an, ono rego ono rupo.
  3. Sama kaya beautyblender, untuk kuas yg penting buat teknik, misal blending brush, beli yg mahal dikit lah…
  4. Prinsip dandanin orang; nyaman dan tahan lama..

PS : merasa cantik itu penting, tapi terlihat cantik juga ga kalah penting. 

~ Salam memesona selalu ~

Kenyang makan HOAX…!!!

hoax
Sumber gambar

Tulisan kali ini dibuat dalam keadaan ngantuk, capek bin kezel. Daripada energi dibuang makin ga jelas lebih baik disalurkan lewat tulisan yang ga karuan ini (mencet keyboardnya pake full power).

Bagi orang yang aktif pakai media sosial misal fesbuk pasti udah sering banget nemu berita dengan judul; TERNYATA; WASPADA; TERUNGKAP; SEBARKAN.. atau apalah-apalah yang bikin penasaran untuk ngeklik berita tersebut. Tapi mbok ya tolong dipikir dulu sebelum dibagikan ke orang lain. Cari dulu kebenarannya, apalagi kalo menyangkut bidang ilmu yang sebenarnya anda harusnya tau karena punya gelar sarjana yang anda banggakan itu. Jangan sampai awam pun mengamini apa yang anda sebar hanya karena mereka melihat siapa anda dan tidak lagi mencari tahu berita yang anda sampaikan.

Bukan Hoax tentang politik yang saya mau bahas di sini, saya sedang ora urus, hal yang akan saya bahas tidak kurang menyesatkan dari hiruk pikuk politik negara yang kita cintai ini.

Berawal dari broadcast yang saya terima di whatsapp group yang menyebarkan berita tentang –pisang yang disuntikkan virus HIV– (saya tidak mau kasih link apapun tentang berita ini, keenakan mereka trafiknya naik terus). Kenapa saya begitu reaktif? ya karena yang membagikan menurut saya punya ilmu yg mumpuni untuk bisa paham bahwa berita tersebut ga lebih dari sekedar hoax!!!

Saya ga perlu menjelaskan detail salahnya di mana, saya langsung ngegas dengan nyuruh “sobek aja ijazahnya” (mengutip kalimat yang pak dosen waktu kuliah profesi sering katakan kalo kelas tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan tentang materi yang pernah dipelajari waktu S1). LHAAA IYAAA…. saya sering dapat broadcast sejenis dari WAG lain di mana yang membagikan berita adalah awam, dengan lemah lembut saya sampaikan; “mbak/mas/om/pakdhe untuk diketahui virus tidak akan bisa hidup di luar tubuh host dalam waktu lama, penularan HIV itu melalui bla bla bla..”

LALU APA? Lalu saya dibilang sok pinter, sombong sama ilmu dan antikritik… HELLAWWWWW… saya tidak akan membantah apabila berita yang disampaikan punya basis bukti, berdasarkan referensi atau jurnal ilmiah, lagipula yang sombong itu siapa? saya yang menyampaikan apa yang pernah saya baca dan pelajari dari buku hasil penelitian orang puluhan tahun memgabdikan diri dalam perkembangan ilmu atau orang yang menafikan ilmu yang katanya CUMA TEORI dan lebih percaya sama berita ngawur yang ga jelas dibuat oleh siapa, tinggal like, comment, sebarkan!! jangan berhenti di kamu!!!!????

Note: sila dibaca link di bawah ini kalo mau tahu tentang HIV/AIDS (insya Allah bukan link hoax)

http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs360/en/

https://www.aids.gov/hiv-aids-basics/hiv-aids-101/what-is-hiv-aids/

http://spiritia.or.id/art/bacaart.php?artno=1001

Step by step facial di rumah ala alfianna.id

Pernah nyoba facial di klinik kecantikan dan akhirnya males lanjut karena sibuk (aslinya pelit sih hehe). Sekali facial 90k IDR sebulan 2x jadi 180k IDR lah mending uangnya buat beli masker deep cleansing merk korea yg bisa dipakai sampe 3 bulan. Hasil pengalaman facial di sana dan gugling sana sini akhirnya nemuin cara facial yg simple tapi hasil maksimal (setidaknya menurut saya sendiri 😂). 
So here we go

Peralatan perang

Step 1. Double cleansing itu penting!!!

Mungkin banyak dari kita yg males cuci muka dengan di awali susu pembersih/milk cleanser. Tapi buat saya ga nampol kalo cuma langsung facial wash. Selain susu pembersih sejarang udah ada jenis cleansing oil tapi harganya jauh lebih mahal misal Biore dan Hada Labo sekitar 100k IDR.

Setelah kita pakai susu pembersih penting diketahui adalah untuk membersihkannya sebaiknya pakai handuk basah yang lembut bukan pakai kapas. Saya pakai air hangat untuk membuka pori-pori.

Step 2. Pembersih wajah

Berulang kali saya bilang kalo saya sukanya gonta ganti skincare termasuk pembersih wajah. Yang saya pakai sekarang adalah produk Ristra. Wanginya tajem tapi lembut, ga bikin kulit ketarik pas udah kering (tapi baiknya jangan tunggu kulit kering karena kita baiknya langsung pakai toner )

Nah di bagian ini saya pakai facial brush dari Oriflame.. Ini penampakannya…

Skin Pro cleansing system dari Oriflame

Saya beli dari temen dapet diskon dari harga 400k IDR jadi cuma 300k IDR aja. Selain Oriflame brand yang punya sikat pembersih wajah ini yang mahal ada Clarisonic sekitar 2jt IDR dan Olay sekitar 1jt IDR.

Cara pakainya: cuci muka pake facial wash, tanpa dibilas air langsung pake sikat pembersih wajah ini baru bilas air. 

Sikat ini otomatis berhenti setelah 1 menit, jadi atur waktu pas pakai di daerah pipi, dahi, dagu dan hidung ya.

Karena udah pakai sikat ini, peeling yang biasa dilakukan di klinik saya skip karena sikat ini juga mengangkat sel kulit mati. 

Step 3. Toner

Toner ini fungsinya antara lain:

  • Membersihkan sisa pembersih yang mungkin tertinggal
  • Mengecilkan pori
  • Menyiapkan kulit untuk langkah selanjutnya.

Cara pakainya dituang secukupnya lalu ditap-tap lembut aja, jangan di gosok pada wajah.

Saya punya banyak ya.. Ini aja lagi nunggu produk oriflame yg tea tree, mumpung diskon dari 90k IDR jadi 40k IDR aja, pun ngincer The Body Shop yang seri tea tree oil 😂

Step 4. Masker

Bolak balik ganti skincare mengajarkan saya 1 hal, bahwa dalam pilih masker saya harus cari yang membersihkan, bukan yang menutrisi karena nutrisi kulit ga akan maksimal kalo kulit kita masih kotor. Jadi saya pilih tipe deep cleansing dan biasanya bahan aktifnya dari lumpur. Maka saya pilih ini nih… 

Masker ini juga berguna untuk mengencangkan kulit dan mengecilkan pori. Setelah kering masker dibersihkan dengan handuk yang sudah dibasahi air hangat.

Ini sudah saya pakai 3 bulan dan mau habis, dan mungkin saya mau coba Innisfree yang Jeju Volcanic Clay mask atau The Body Shop Himalayan Charcoal Mask (tapi ini sumpah mahal sekitar 350k IDR) 😅

Step 5. Nutrisi kulit

Setelah membersihkan masker, pakai toner lagi ya, trus pakai produk pelembab atau serum. Bisa juga pakai sheet mask seperti ini 

Saya lebih suka pakai serum Wardah yang pernah saya review di sini.Kalo mau keluar rumah setelah facial jangan lupa pakai tabir surya koleksi kamu..(saya pakai produk Acnes, review di sini )

Selesai deh, facial di rumah ini bisa dilakukan 2x seminggu, bisa lebih bersih dan lebih murah pastinya. Selamat mencoba 😊

Kenapa Jadi Apoteker?

Selamat Hari Apoteker Sedunia

Kalo ditanya kenapa jadi apoteker jawaban saya cuma satu: terlanjur basah. Awal kisah saya tercebur di dunia farmasi sudah saya tulis di post ini. Tidak ada cita-cita sedikit pun untuk jadi apoteker. Lepas lulus SMK Farmasi dan lanjut kuliah S1 pun ga tau kalo harus menempuh pendidikan profesi 1 tahun lagi untuk mendapat gelar apoteker (malasnya terbukti sampai molor 5 tahun utk lanjut kuliah Apoteker 😂).

Tapi ibarat nasi yang sudah jadi bubur, tinggal nambahin irisan ayam, cakwe, kacang, daun bawang, kecap, kaldu ayam dan sambal, maka nikmati saja profesi saat ini dengan sepenuh hati.

Bertahun-tahun wara-wiri di dunia farmasi (sewaktu masih jadi asisten apoteker) menambah banyak pengalaman yang menambah wawasan, semua tempat bekerja yang pernah saya singgahi memiliki kesan tersendiri, ada tempat belajar kenal obat, swamedikasi pasien, baca resep dokter yang tulisannya aduhai, merintis apotek baru, belajar sistem farmasi di rumah sakit, sampai yang terakhir di apotek franchise.

Pengalaman bertemu banyak pasien pun jadi kenangan sendiri, mulai dari yang menyenangkan seperti sering dibawain makanan sama pasien, dikasih bros, beberapa pasien yang cuma mau dilayani sama saya, atau sesederhana ucapan terima kasih karena masalah/keluhannya teratasi lepas konsultasi. Ada juga pengalaman ga enak seperti dilempar botol obat, dikatain gila, mau dibikin surat pembaca sampai ditungguin orang bawa pistol di gerbang kantor. 

Jadi Apoteker ga melulu hanya tau ilmu farmasi, di antara yang sering terpakai dalam pekerjaan yang saya geluti antara lain:

1. Manajemen pengelolaan obat

Pengelolaan di antaranya meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pengendalian obat & alkes. Bayangkan ribuan jenis obat & alkes yang harus tersedia dan terkendali agar pelayanan berjalan dengan baik, tentu harus punya strategi manajemen yang baik.

2. Kepemimpinan

Dalam suatu sistem pelayanan kefarmasian Apoteker tidak bisa bekerja sendiri, rekan kerja seperti asisten apoteker dan yang lain perlu dipimpin dengan baik agar tujuan bersama bisa tercapai.

3. Komunikasi

Dalam memberi pelayanan Informasi obat, konseling, edukasi, penanganan keluhan, seorang apoteker harus memiliki ilmu komunikasi yang handal agar apa yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima informasi.

Dan banyak lagi lainnya yang tercantum dalam 7 stars pharmacist plus.. 

Lulus menjadi Apoteker bukanlah akhir, tapi awal mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dan terus belajar mengembangkan diri dan menambah ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

Sekian basa-basi saya di Hari Apoteker Sedunia ini, salam sejawat.