Kacamata ditanggung BPJS lho….

Berawal sejak satu tahun terakhir saya mengalami kesulitan untuk melihat jarak jauh, misal ketika melihat layar presentasi. Awalnya saya pikir karena panitia tidak benar mengatur fokus layar, tapi setelah sering melihat layar presentasi seminar di beberapa tempat, hasilnya sama, buram..!!!

Tadinya saya tidak memedulikan, kalopun mata saya mulai minus, toh saya masih bisa melihat jarak dekat dengan jelas, sama sekali tidak menggangu pekerjaan, dan sesekali menjadi ledekan teman dekat, suruh tebak tulisan papan-papan di sepanjang jalan.

Namun karena saya akan melanjutkan pendidikan S2, mau tidak mau saya harus memikirkan kesulitan melihat ini, apalagi nantinya saya akan berkutat pada materi dosen dan komputer dengan tugas & mungkin ketika mengerjakan tesis nanti.

Jadi berikut langkah-langkah yang harus dilewati untuk mendapat kacamata dengan fasilitas BPJS;

1. Meminta rujukan di fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama

Datanglah ke faskes 1 yg tertera lada kartu BPJS anda, mintalah surat rujukan ke dokter spesialis mata RS rujukan (faskes 2).

2. Berobat ke faskes tingkat 2

Setelah mendapat rujukan, segera berobat ke dokter spesialis mata di RS yg menjadi rujukan, surat rujukan dari faskes 1 hanya berlaku 30 hari dari tanggal pembuatan. Bawalah

  1. fotokopi kartu BPJS
  2. fotokopi KTP
  3. fotokopi KK
  4. fotokopi surat rujukan

Ikuti prosedur di RS yang anda tuju. Setelah diperiksa oleh dokter, anda akan mendapatkan resep.

Resep ini nantinya harus dilegalisasi lebih dulu oleh pihak BPJS, di RS saya berobat, proses legalisasi dilakukan oleh pihak RS, jadi saya harus menunggu 2 hari untuk bisa menebus resep ke optik. Pada beberapa blog yg saya baca, pasien harus datang sendiri ke BPJS setempat untuk melegalisasi resep.

3. Menebus resep di optik yang bekerjasama dengan BPJS

Bantuan BPJS untuk kacamata adalah:

  • Kelas 1 Rp 300.000
  • Kelas 2 Rp 200.000
  • Kelas 3 Rp 150.000

bantuan tersebut hanya diberikan tiap 2 tahun sekali. Kekurangan harga kacamata menjadi beban pasien sendiri.

Berikut ini adalah optik yang bekerja sama dengan BPJS di wilayah Bekasi.

Untuk jenis lensanya, yang ditanggung BPJS adalah:

  • Lensa spheris, minimal ukuran 0,5 dioptri
  • Lensa silindris, minimal 0,25 dioptri

Bagaimana? mau coba pakai fasilitas BPJS untuk punya kacamata baru?

Semoga membantu ya

Advertisements

Jalan-jalan sendirian? Kenapa Tidak!

Sejak kecil kalo ditanya keinginannya apa jika sudah besar nanti, jawaban saya pasti, “i wanna travel around the world“, hahahh… gaya sekali!

Semakin dewasa, jadi realistis dan perlahan mengubah keinginan menjadi hal-hal yang terjangkau lebih dulu, maka saya mulai jalan-jalannya skala regional, misal kota-kota di Jawa dulu, seiring bertambahnya pengalaman dan pundi-pundi dana, baru merencanakan ke luar Jawa, bahkan luar negeri nantinya. Aamiin.

Lepas lulus apoteker, saya mengetahui bahwa pengumpulan SKP (Satuan Kredit Profesi) salah satunya adalah dari seminar. Sejak itu saya selalu mencari seminar yg berada di luar Jakarta, kota-kota yang belum pernah saya kunjungi. Sambil menyelam minum air maksudnya, jadi dapat ilmu baru, nambah SKP dan menikmati suasana di kota baru.

Suatu saat saya mengajak teman untuk ikut seminar di Kudus, responnya kaget,

“yakin lo? berani? sendirian?”

beberapa yang saya ceritakan juga geleng-geleng kepala, emang aneh banget ya pergi sendirian? 🙄

Oke, memang baru Kudus, Solo, Bandung, dan Surabaya yang pernah saya singgahi sendiri, namun saya ingin berbagi apa saja yang harus dipersiapkan untuk berkelana sendirian.

1. Perencanaan Keuangan

Hitung biaya akomodasi dan transportasi, anda bisa menabung lebih dulu, misal mau ke kota X akhir tahun nanti, mulai sekarang anda cek harga tiket kereta atau pesawat pulang pergi (saya lebih suka naik kereta, kecuali harganya beda tipis dengan pesawat, hehe), dan biaya hotel/penginapan, rencanakan mau menginap berapa malam.

Jika dana sudah tersedia, boleh langsung melakukan pemesanan saja, pastikan hotel dan pesawat yang anda pesan melalui aplikasi memiliki fasilitas refund untuk jaga-jaga misal anda harus menunda perjalanan anda.

Oh iya, saya masih memilih kota-kota besar sebagai tujuan, alasan utamanya adalah transportasi lebih terjangkau dan praktis. Apalagi kita semakin dimudahkan dengan adanya transportasi berbasis online, jadi mau kemana-mana sangat mudah. So jangan lupa disediakan dana utk mengisi saldo akun ojek online anda ya.

Nah, kalo akomodasi dan transportasi udah beres, tinggal menyisihkan dana untuk jajan di sana, dan mungkin untuk belanja oleh-oleh khas kota yang dikunjungi.

2. Itinerary itu penting!

Ga mau kan kalo udah sampe kota tujuan lalu bengong dan bingung mau ke mana, mau ngapain, daripada ngabisin waktu bingung di hotel ada baiknya kita bikin daftar tempat yang mau dikunjungi. Bisa mulai dari yang terdekat dari hotel, usahakan jangan sampe ada yg terlewati, tapi kalo memang waktunya mepet, bisa juga ke tempat yang paling menjadi ciri khas dari kota tersebut.

misal, (narsis dulu)

saya pribadi merasa puas banget kalo udah foto di tempat yang merupakan ikon kota tertentu. Jangan malu buat minta tolong fotoin orang yang ada di sana ya, ini kunci utama juga, hahah~

Selain destinasi wisata, jangan lupa kulinernya dan oleh-oleh, semua bisa kita gugling dulu kok, hari gini semuanya udah mudah dan praktis. Jadi tinggal memunculkan keberanian diri biar berani jalan-jalan sendirian.

Tips terakhir, kalo anda pengen jalan-jalan dan tetap pengen narsis di media sosial, usahakan jangan mengunggah pada saat real time, kita harus tetap waspada, menghindari follower yang mungkin belum kita kenal menemui kita, apalagi kalo malah punya niat jahat. Misal anda lagi di lokasi Y, ambil gambar, unggahnya nanti saja setelah pulang atau pindah ke tempat lain.

Semoga bermanfaat, selamat berpetualang, have fun yha..!!!

Cara klaim saldo BPJS-TK

Berawal dari iseng lihat status WhatsApp teman yang berbunyi kira-kira seperti ini;

“kalo cek saldo BPJS-TK rasanya pengen pensiun dini aja.”

hmmm~

Lalu akhirnya saya penasaran juga untuk ngecek saldo, walau tidak yakin jumlahnya akan banyak karena hanya bekerja selama 11 bulan di perusahaan.

Setelah download aplikasi, saya cukup sumringah dengan jumlahnya

wah, lumayan nih buat tambahan THR”

Di aplikasi tersebut ada fitur e-klaim yang mempermudah kita, walau pada akhirnya harus tetap datang ke kantor BPJS-TK untuk verifikasi berkas aslinya.

Tanpa menunggu waktu lama, saya langsung mempersiapkan persyaratan yang diminta, antara lain;

✓ kartu BPJS-TK

✓ KTP

✓ Kartu Keluarga

✓ Parklarin/ surat keterangan dari HRD perusahaan

✓ Buku tabungan

Ikuti saja cara e-klaim pada aplikasi, dokumen tersebut di-scan lalu di-upload. Setelah selesai, BPJS-TK akan mengirim email yg menyatakan bahwa berkas sudah diterima dan diverifikasi selama maksimal 2 x 24 jam.

Setelah lewat 2 x 24 jam, saya tidak menerima email lanjutan, lalu akhirnya saya telepon customer care dan diberi saran untuk langsung datang ke kantor BPJS-TK tempat saya terdaftar dengan membawa berkas aslinya.

Lucky me, saya datang jam 9 lewat pada hari yang cukup sepi, padahal konon biasanya kantor BPJS-TK sangat penuh dengan antrian yang panjang.

Sampai di lokasi, saya sempat berdebat dengan satpam karena dia bilang bahwa semua email telah dibalas, sedangkan saya sama sekali tidak mendapatkan email lanjutan. Akhirnya saya diberi antrian untuk menanyakan perihal masalah saya.

Sampai di depan petugas, langsung ada email masuk dari BPJS-TK, luar biasa bukan?

lalu saya diminta untuk mencetak email yang masuk sebagai salah satu syarat dokumen, harap diingat bahwa yang dicetak adalah isi email, bukan lampirannya. Untungnya dekat kantor ada tempat untuk mencetak email, dan membeli 1 buah materai.

Setelah selesai mencetak email, saya melapor ke satpam lalu diberikan formulir yang harus diisi. Formulir yang sudah diisi kemudian dimasukkan ke dalam map (map ini juga diberikan oleh satpam) beserta dokumen asli dan saya diberikan nomor antrian untuk menunggu verifikasi berkas.

Jika tidak ada kekurangan pada berkas dan verifikasinya sesuai dengan data yang ada pada BPJS-TK, petugas klaim akan langsung memberikan salinan formulir dengan mencantumkan tanggal uang klaim akan cair.

Sampai tulisan ini saya buat, saya masih menunggu saldo cair karena berdekatan dengan libur lebaran, jadi prosesnya akan lebih lama. Pengambilan saldo BPJS-TK saat ini tidak lagi terikat peraturan harus menunggu waktu 5 tahun, dan saldo dapat dicairkan dalam prosentase tertentu sesuai keinginan kita.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembaca yang ingin mencairkan saldo BPJS-TK.

Love is like rain(?)

Hari ini gw pengen ngegalau, biar ga ribet mau pake bahasa non formal pula.

Gw suka banget ni lagu. Kalo bahas dramanya sih bosenin banget, ga ada gregetnya sama sekali, cuma karena pemainnya JKS aja jadi gw betah nontonnya.

Love is like rain(?)

Butuh bertahun-tahun sejak gw suka ni lagu untuk bisa dapat maksudnya, dan malam ini gw menemukan jawaban.

Love is like rain, cinta seperti hujan

klo kebanyakan bikin banjir

klo ga ada hujan kering

jadi memang sepatutnya cinta ya secukupnya,

tertakar, too much love will kill you, katanya

Love is like rain

seperti air hujan yg membasahi bumi, menghilangkan polusi yg menyesakkan nafas

cinta menyirami hati yg gersang, membersihkan dari kotoran debu & sarang laba-laba karena lama tidak berpenghuni

Love is like rain

darinya tanaman menjadi subur, tumbuh bunga dan tunas baru, membuat taman menjadi indah

adanya cinta membuat kita menjadi manusia lebih baik, bersemangat, produktif, atau apalah, intinya membuat kita menjadi lebih baik

Love is like rain

yg bau “habis hujan” kadang menimbulkan perasaan tersendiri di hati ini, tenang dan menyejukkan

becek air hujan kadang mengotori baju dan sepatu, kesal memang

tapi ada masa kita bahagia mandi hujan

cinta mungkin tak selalu menyenangkan, ada tawa bahagia atau tangis luka

lalu mau apa? ya jalani saja

jatuh bangun adalah hal yg biasa, yg tidak biasa adalah ketika kita selalu berpegangan tangan apapun keadannya, tidak meninggalkan, atau berputus asa, yg penting kita berusaha

Love is like rain, sudahkah anda sedia payung?

Pelatihan Apoteker Tanggap Bencana Batch #1

Pelatihan Apoteker Tanggap Bencana Batch #1

Pada tanggal 5 – 6 Mei 2018, Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Jawa Barat dan Indonesian Youth Pharmacist Group (IYPG) Jawa Barat bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan Pelatihan Apoteker Tanggap Bencana Batch #1 yang diadakan di Situ Cileunca, Pangalengan Bandung.

Peserta acara sebanyak 88 orang apoteker yang berasal dari perwakilan Pengurus Cabang IAI se-Jawa Barat, peserta apoteker umum (non perwakilan), mahasiswa farmasi/apoteker, bahkan dari perwakilan Pengurus Cabang IAI kota Yogyakarta, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta dan Merauke.

Untuk bisa mengikuti acara ini, peserta non perwakilan pengurus cabang diwajibkan membuat 5 buah essay dengan tema:

1. Arti relawan

2. Pengalaman relawan

3. Karakteristik relawan

4. Peran apoteker sebagai relawan, dan

5. Motivasi mengikuti pelatihan Apoteker Tanggap Bencana

Peserta yang mendaftar kemudian akan diseleksi oleh panitia sesuai dengan syarat yang ditentukan

Dalam acara tersebut, peserta dilatih langsung oleh instruktur dari BPBD Jawa Barat. Materi yang diberikan diharapkan dapat bermanfaat bagi peserta untuk bisa mengamalkannya kelak ketika dibutuhkan dalam penanggulangan bencana di Jawa Barat khususnya dan di Indonesia umumnya.

Pelatihan Apoteker Tanggap Bencana Batch #1 ini akan menjadi role model untuk kegiatan sejenis dan diupayakan akan dilakukan oleh seluruh Pengurus Daerah IAI se-Indonesia. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan peran serta apoteker untuk bisa terjun langsung ke masyarakat baik pada kegiatan sosial atau pada kejadian bencana.

Galeri :

1. Persiapan keberangkatan

2. Modul Pelatihan

3. Menuju lokasi

4. Pelatihan memasang tenda

5. Pemaparan materi oleh instruktur BPBD Jawa Barat

6. Pelatihan memindahkan korban

7. Pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP)

8. Pelatihan water rescue

9. Pelatihan vertical rescue

10. Penulis numpang eksis

Kesempatan kedua

Senin, 23 April 2018 adalah salah satu hari yang paling membahagiakan untuk saya. Pada hari itu tertuntaskan sudah “luka batin” yang saya pendam sekian lama. Akhirnya saya memberi makan satu ego dalam diri saya yang selama ini kelaparan.

Mungkin saya dianggap terlalu drama untuk menyebutnya sebagai luka, tapi seperti pernah saya ceritakan di blog

https://walfianna.wordpress.com/2016/06/02/the-moment-i-saw-you-cry/

begitulah adanya.

Dalam hidup tidak ada hal yang paling saya sesali kecuali hal ini, bahkan dengan pernikahan saya yang gagal. Jika ditanya bagian hidup mana yang ingin kamu perbaiki di masa lalu, tentu saya akan menjawab; saat ketika saya mencabut ijazah saat masuk ke SMU terbaik di kota saya dan memilih masuk SMK.

Namun saya sadar, setiap cerita dalam hidup pasti ada hikmahnya, apa yang sekarang saya miliki patut saya syukuri, dan Tuhan dengan segala skenario hidup-Nya yang tidak terduga pada akhirnya memberikan saya kesempatan untuk mengembalikan dan mengarahkan saya ke jalan yang ingin saya tuju.

Kita tidak akan bisa mengubah masa lalu, namun untuk terus bermimpi akan sesuatu yang kita inginkan dan berusaha menggapainya walau tertatih, semua berhak untuk itu.

Lalu apakah dalam hidup kita akan selalu mendapat kesempatan kedua? entahlah, yang pasti saya tidak akan menyia-nyiakannya.

Terima kasih Tuhan

Terima kasih Tuan

Continue reading “Kesempatan kedua”

Daily skincare & make up for my acne prone skin

Daily skincare & make up for my acne prone skin

Di post kali ini saya mau berbagi perawatan kulit yang saya paki sehari-hari untuk kulit acne prone saya. 

Males basa basi jadi langsung aja ya

1. Pembersih wajah

Saya pernah bahas facial di rumah di sini, untuk sehari-hari saya lakukan yg lebih sederhana, tapi tetap 2 langkah, karena buat saya bersihnya lebih maksimal dibanding pake sabun wajah atau micellar water saja.

  • Gunakan susu pembersih, pijat wajah lalu bersihkan dengan handuk basah, jangan digosok keras ya, karena bisa merusak permukaan kulit. Untuk bersihin riasan mata, saya pake baby oil aja yang murah tapi ga murahan..
  • Setelah dibersihkan pakai handuk, bersihkan wajah pakai sabun wajah andalan, saya bahagia tak terduga (lebay.com) pas tau kalo Dove ngeluarin lagi sabun wajah ini, produk ini sempet hilang bertahun-tahun lho. Selama gonta ganti sabun wajah cuma Dove ini yang enak banget efeknya di kulit wajah.
  • Setelah dibasuh sampai bersih, keringkan dengan di tap tap pakai handuk, tanpa nunggu kering langsung oles tonernya.. Voila, kulit siap buat step selanjutnya..

2. Nutrisi 

Kadang untuk kulit acne prone yg rewel ini produk perawatan kulit yang ada di pasaran aja kurang cukup, saya pernah hampir putus asa karena udah coba ini itu tapi hasilnya kurang memuaskan, ehh saya lalu teringat sama satu produk untuk jerawat yg belum pernah saya pakai sama sekali. Saya cuma pernah ingat teman disarankan sama dokter kulit untuk pakai Niacef ini untuk pelembab, padahal kalo baca brosurnya ini adalah produk untuk jerawat, gugling sana sini baru ngeh kalo nikotinamide ini adalah vitamin B3 yang banyak dipakai dalam produk perawatan kulit sebagai pelembab & pencerah, jadi seneng banget dong kalo bisa dapat semua khasiatnya 😆

Produk ini saya pakai tiap habis pakai toner, cukup seukuran biji jagung untuk seluruh wajah, cepat meresap dan ga lengket.

3. Sunscreen

Sungguh merugilah orang-orang yang melewatkan pemakaian sunscreen/sunblock setiap hari. Coba deh banyak baca efek buruk sinar matahari buat kulit, ga usah mikir kanker kulit yg menyeramkan, buat saya, kulit kusam & penuaan dini udah cukup menyeramkan. 

Untuk sunscreen andalan, saya pernah bahas di sini, sempat pindah ke lain hati karena tergoda dengan Skin Aqua Sunscreen Gel, tapi 2 bulanan pakai lalu jerawatan, tadinya berfikir untuk coba Biore Aqua Rich tapi ga jadi karena berprinsip kalo yang murah udah cocok kenapa pilih yang mahal tapi belum tentu cocok, hehe~

4. Bedak

Saya pakai produk LaTulipe, ini udah lebih dari setahun tapi ga habis-habis, harganya juga murah. Kemasannya juga kokoh, ga kaya punya Wardah yang rapuh, sekali jatuh pecah. Untuk di kantor biasanya saya pake Ultima II wonderwear pressed powder, alhamdulillah ga ada masalah di kulit walau bedak compact. 

5. Perawatan malam hari

Nah, ini nih biangnya hehe~ mungkin di antara pembaca udah tau betapa ajaibnya produk ini, tapi kalo ga kuat mental untuk purgingnya yang parah lebih baik ga usah coba. Saya pakai vitacid udah lama, trus berhenti, ini saya pakai 2 bulan terakhir karena jerawat mulai ga tertib pas lagi pakai sunblock yang sudah saya bahas di atas. 

Buat yang belum tau, silahkan cari sendiri deh review dan cara kerja produk ini, udah banyak referensi yang bisa dibaca (sayamales.com). 

Tapi saya ga pakai produk ini sendiri ya, berdasarkan ilmu yg saya punya saya racik sendiri sama beberapa produk lain.. 


Penampakan 

Bare face, baru pake Niacefnya aja

So… Buat sahabat sejawat kulit acne prone, tetap semangat ya merawat kulit rewel tercinta ini.. #JerawatAdalahSahabat #JerawatHarusDirawat 

Disclaimer : hasil individu akan mungkin berbeda, terimakasih sudah membaca, keputusan tetap di tangan anda 🙂